Optimalisasi AUM Melalui Media



Di penghujung bulan Januari 2020 SD Muhammadiyah Ketanggungan mengadakan pengajian bulanan yaitu pada hari Kamis, 30 Januari 2020, bertempat di Mushola SD Muhammadiyah Ketanggungan dan dihadiri kurang lebih 45 pendidik dari SD, SMP, dan PKU Muhammadiyah. Pengajian bulanan ini merupakan program dari Pengurus Cabang Muhammadiyah Kec. Ketanggungan, pada kesempatan kali ini Ustadz Lukmanul Hakim yang menjadi narasumber pengajian, selain Ustadz beliau juga adalah Kontributor tvMu, tinggal di Desa Lamaran Kec. Larangan kab. Brebes. Pengalamannya dalam hal tulis-menulis disampaikan kepada peserta pengajian, materi ini perlu disampaikan kepada para pendidik khususnya di SD Muhammadiyah Ketanggungan dan AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) yang lain pada umumnya. Dalam acara tersebut selain pendidik dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Ketanggungan, juga hadir dari AUM yang lain diantaranya dari SMP Muhammadiyah Ketanggungan, TK Aisyiyah Ketanggungan, dan PKU Muhammadiyah.

Disampaikan pula oleh narasumber bahwa berdakwah tidak harus menjadi seorang Da’i, mubaligh, tetapi bisa juga melalui tulisan, pendidik dapat menulis artikel, berita, kegiatan di kelasnya setiap hari, atau bahkan sebuah buku dan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). “Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat”, kalimat tersebut menggambarkan bahwa perlunya menyampaikan tulisan yang baik meskipun hanya sedikit.

Disampaikan pula tips dan trik dalam menyikapi media yang berkembang saat ini, yaitu:

  1. Media membawa misi pemiliknya
  2. Tidak menelan mentah-mentah setiap berita
  3. Urgensi ‘imunisasi’ akidah

Sebagai umat Islam sumber dalam menyikapi media tertuang dalam (QS. Al hujarat : 6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.